Sebagian kelompok merasa bahwa si Lady Gaga ini membawa pengaruh buruk dengan dakwaan membawa ajaran sesat dan aksi panggungnya yang prosot nongol a.k.a porno, and in the other side ada kelompok penggemar #little monster yang sangat antusias untuk mendatangi konser si Gaga.
For a moment hal ini normal-normal saja ketika ada pro dan kontra seperti itu tapi sekarang cukup membuat saya gemas juga sampai-sampai saya rela posting dari gadget seukuran telapak tangan karena hal ini sudah menjadi keterlaluan dan tampak tolol!.
Kenapa tolol? Ya menurut saya ini sudah berlebihan, folks, ladies n gentelment, ibu-ibu bapak-bapak, alay dan ababil dan semua hadirin sekalian mari kita ulas kronologis ketololan ini.
Dimulai dari masalah tiket, kenapa promotor menjual tiket sebelum ada izin? Dan kenapa pula pihak berwenang yang kerja dan kewenangannya ada di bidang ini baru menyatakan melarang, tidak memberi perizinan ketika tiket sudah banyak terjual?, apakah tidak bisa dicari jalan tengahnya? Kalau masalah porno dan tidak sesuai dengan budaya kita suruh aja si Gaga pake kebaya, masalah sesasat menyesatkan larang saja lagu yang liriknya memang sesat.
Its obvious pak polisi takut kena getah tampaknya kalau nantinya berhadapan dengan kelompok yang kontra, nah hal aneh lain adalah ketika MUI tiba-tiba menelorkan fatwa haram terhadap si Gaga, hal yang terlihat premature. Apa argumen keharamannya? Kalau gara-gara seronok kenapa penyanyi luar atau dalam negeri yang lain kok tidak diharamkan?.
Sebut saja Beyonce yang notabene sama kayak si Gaga senang bercangcut ria melenggang bebas konsernya, kalau pun alasannya karena membawa ajaran sesat ya konyol karena itu hal yang susah dibuktikan dan pasti mudah dipatahkan oleh argumen orang-orang yang mendukung si Gaga, secara mana ada maling ngaku maling atau pemuja setan ngaku pemuja setan. Terlihat jelas ketidak jelasannya fatwa ini, where have u been sir? ya kalau mau bikin fatwa itu yang jelas dan tegas kek misalnya "Angota parpol yang porno diharamkan dipilih dan diharamkan berpolitik"#eh, atau "Penyanyi yang penampilannya seronok seperti hanya memakai cangcut belaka dan liriknya tidak sesuai dengan ajaran Islam adalah haram adanya untuk dilihat dan didengar" titik maka tidak akan ada argumen lagi nantinya dari penikmat musik yang muslim. Plis dong ah regulator negeri ini terlihat kerjanya molor dan senang cuci tangan.
Nah sekarang kita lihat yang menentang nih, dengan lantang dan gagahnya mereka menyerukan penolakan, itu hak mereka dan saya sendiri mendukung jika hal yang diserukan adalah untuk kebaikan, tapi apa jadinya kalau hal itu dilakukan dengan cara yang salah misalnya dengan ancaman dan tindakan anarkis?.
Untuk yang menentang mari kita asumsikan si Gaga ini adalah pembawa ajaran sesat (karena kalau dalam hal yang porno dan vulgar si Gaga 100% begitu kenyataannya), well she done well, dia punya banyak penggemar setia yang menurut kalian kafir, nah masalahnya mau dibagaimanakan orang-orang yang menurut kalian kafir ini, mau dibuat balik menjadi baik atau mau dibuat menjadi tambah kafir?.
Kalau memang ingin membuat orang sesat jadi baik lakukanlah dengan jalan yang benar apalagi kalau membawa agama Islam, bagaimana bisa kalian membuat monster menjadi manusia kalau diri kalian tampak seperti monster juga yang pada kenyataannya memang terlihat seperti monster sungguh ironis bukan..., kecuali jika kalian selama ini misinya hanya mengkafir-kafirkan orang maka sudah sukseslah misi kalian.
Mari kita lihat para lil monster yang sepertinya rela terjebak kerusuhan kalau konser ini dipaksakan nantinya (with or without permission from the authority) , hayhay Gaga fans coba kita fikirkan lagi kalau memang batal konsernya saya harap jangan berlebihan menanggapinya toh masih banyak penyanyi luar nagreg sono yang bakal konser disini dan layak didengar apalagi buat fans Gaga yang merasa dirinya muslim agar lain kali pilih konser yang penyanyinya berpakaian lengkap tidak hanya bercangcut belaka wkwkwk suka atau tidak benar adanya kalau melihat hal yang seronok dan porno itu dosa menurut ajaran Islam, kecuali rela kalian rela berdosa untuk sebuah konser.
Postingan ini bukan untuk salah menyalahkan satu sama lain bukan pula untuk benar membenarkan pembenaran tapi hanya isi hati saya saja melihat ketidakbenaran yang seharusnya tidak dibiarkan. Menentang kemaksiatan dan menyampaikan kebajikan adalah hal yang wajib namun harus dilakukan dengan cara yang baik karena pada hakikatnya kebenaran itu baik dalam wujud dan hasilnya.
Begitu juga halnya dalam menggemari sesuatu, sukailah yang patut disukai dan janganlah berlebihan karena yang berlebihan itu tidak baik, dalam hal ini tidak ada salahnya menjadi fans karya Lady Gaga selama yang kalian gemari itu bukan hal buruk menurut norma-norma yang kalian anut seperti Agama dan Budaya.
Blogging is sharing...
Description: Konser, Lady Gaga Rating: 4.5
15 comments
aku suka sama kata kata ini "secara mana ada maling ngaku maling atau pemuja setan ngaku pemuja setan" hehe..
replydan beginilah orang-orang yang punya sifat fanatik, sekalinya artis kesayangannya yang rasa2nya lebih sayang sama si Gaga daripada tuhannya sendiri emang kayknya jangan deh ya..
sebelum suka sama sesuatu, sekedar suka aja tapi jangan trus kita nutup mata sama apa yang sebenernya terjadi .. huehehehe ...
http://aneka-catatan.blogspot.com *maaf saya juga kurang tau bagaimana alamat ini bisa muncul* *kabur*
nah ini nih bagus awalnya spam akhirnya wkwkwjwk
replyBetul2 postingan yang "Serius"... :D
replyYa, bisa jadi itulah kebiasaan pengalihan isu.. Ada-ada saja.
karena psotingannya lewat hape komennya juga lewat hape, untuk dr segi fans saja juga bukan termasuk fans fanatik, hanya menyukai beberapa aliran musik mbak gaga, karena kebetulan suka angguk2 dikit kepala ini kalau lagi stress hahaha atau lebih dekat dengan r&b, mungkin org 'x' heboh karena adanya isu yg beredar dan dr beberapa lirik lagu yang dimilki si mbak gaga agak sedikit ekstrim, sementara seperti mariah carey dan katty pary liriknya mungkin biasa saja, yah namanya jga isu. kalau saya jujur tak pernah tahu liriknya hanya irama saja haha, memang bikin heran aturan dinegara ini. Kayaknya kudu ustd abu bakar ba'asyir saja deh jd pimpinan dpr biar atasannya beres dulu baru deh kebawahnya, kalau bawahnya dulu dibenahi atasnya tdk dibenahi sama saja, jd biar di bom atomkan dulu saja.isinya biar cari org baru lagi... *euh gak nyambung. Sekian komen singkat dr saya, Berantas koruptor singkirkan mobil traktor. *loh
replywah ni malah coblos menyoblos wkwkmk ya siapapun yang mimpin haruslah pemimpin yang adil dan amanah
replywjwkwk emang bener selain pinter cuci tangan juga pinter ngeles kayak bajay ato jet tempur yg pake decoy flare
replyFREEMASON
replywkwkwk nah komen diatas saya ini contoh orang yang kurang pendidikan atau malah keblinger
replyfinally, si LADY beneran GAGA(l) manggung. kasian si lilmon.
replytp salut ma yg empunya lapak, teorinya mantrab. huhuhyyy.
duh, pak boz. susah bener komen di mare. verifikasinya pada numpuk bin panjang. kasihani mata saya yg dak jago baca kode. T,T
replywah bnyk spam beybeh kalo g pasang captcha euy.
replybtw lilmon ga rugi malah untung gede, kehindar dosa dan kedua terhindar luka2 ato mati konyol karena kerusuhan di konser
bayangkan aja Indonesia ini adalah tubuh yg penyakitan dan yg pada beli tiket si gaga adalah mata yang katarak, pada kenyataannya tubuh ini udah kronis jasmani dan rohaninya nah pertanyaannya mau digimanain tuh mata yang katarak atau tubuh lainya yg sakit? apa mau dikorek2 pake linggis?
pertanyaan lg apa kmu termasuk yg katarak? wkwkwkwk
sangat disayangkan sekali.. secara tidak langsung, pembatalan konser Gaga di Indonesia bisa merusak citra negeri ini di mata dunia internasional..
replysebuah komentar yang mengatakan : tergantung... tergantung negaranya... tergantung pemerintahnya.. tergantung orangnya..
replybagi saya itu sebuah kelabilan akan ketidaktahuan akan sebuah kebenaran..
duh kasian si citra dirusak terus wkwkwkwk
replymemang faktanya di negeri ini hampir semuanya tergantung dgn hal yang abu2 bin ga jelas
reply